Pages

Sabtu, 22 Maret 2014

someday


coba berbalik! saya suka senyum itu.
coba diam! saya jatuh hati dengan tatapan itu.
coba berbicara! saya terpanah dengan dialek itu.

kamu, yang masih dengan kamu yang sama setiap harinya.
selalu dengan ingatan tentang apapun tentang kamu.
dan sepertinya pikiran ini belum bisa beranjak, sedetikpun.

cinta? entahlah
saya suka melihat senyum itu, mata itu, lambaian itu, ah semua~

tapi jika benar cinta, bukankah itu membawa luka seperti teman-teman saya yang sering tersedu karenanya?
jika benar cinta, seberapa besar manis yang akan terasa nanti?
bila ini cinta, akankah....? ah, sudahlah~


jari manis saya simpan saja dahulu
biarkan dia kosong saja

atau..
bisa saya berharap?

kamu yang selalu kamu, pasangkan pengerat kita dijari manis saya. someday~



Jumat, 21 Maret 2014

Dia

dia
laki-laki berkumis tipis,
dengan kelembutan disetiap tuturnya
laki-laki berkulit coklat gelap,
dengan kehangatan dalam setiap dekapnya

dia
orang pertama mengajarku jatuh cinta,
memperdengarkanku klausa romantis
orang pertama membacakan bait puitis,
membantuku tersenyum disaat hati menangis.

dia
cinta pertamaku
pangeran pertamaku
yang akan membawaku menuju cinta terakhirku
yang akan menuntunku ke gerbang hidupku selanjutnya

dia kekasihku
dia pujaanku
dia ayahku 

***
 

Kamis, 20 Maret 2014

muhasabah


"wanita yang baik untuk lelaki yang baik"

sebuah kalimat sederhana yang akhir-akhir ini selalu saya pikirkan. yah, umur saya sebentar lagi mencapai kepala dua. sudah waktunya mulai memikirkan masa depan itu. banyak yang beranggapan bahwa itu tidak perlu dipikirkan dulu. tapi, bukankah untuk mendapatkan yang terbaik diperlukan persiapan yang baik pula?

"mencari pasangan itu harus sekufu"

nah, kalau sudah dengan kalimat itu dan semua mafhum. kita yang punya akhlak yang biasa saja akan mendapatkan pasangan dengan akhlak yang biasa pula. kita yang punya pemikiran dangkal akan mendapat pasangan yang tidak jauh beda dari kita. terus, apa kita masih tetap tinggal diam?

"buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"

bagaimana dengan kalimat diatas? bagaiamana jika kita atau pasangan kita dengan akhlak yang pas-pasan memiliki buah hati? bukankah kita selalu bermimpi memiliki anak yang soleh dan solehah? lalu, apakah anak kita nantinya akan menjadi yang kita inginkan jika ayah dan ibunya tidak bisa mereka jadikan pedoman?
***
hanya sedikit muhasabah untuk diri sendiri, bahwa untuk mendapatkan yang baik diperlukan hal yang baik pula. Hukum Newton 3 juga jelas tentang hukum aksi reaksi. meskipun saya tidak terlalu mengerti tentang fisika dan teori-teorinya, setidaknya saya mengerti satu hal dari newton bahwa ada selalu ada reaksi terhadap suatu aksi. ketika yang terbaik kita berikan maka yang terbaikpun akan kita terima.